Gerbang Indah Nusantara

Switch to desktop Register Login

Berita (153)

Pusat Teknologi Inovasi Daerah, Kedeputian Pengkajian Kebijakan Teknologi, BPPT bekerjasama dengan Direktorat Sistem Inovasi, Ditjen Penguatan Inovasi, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan menyelenggarakan Workshop Nasional Sistem Inovasi Daerah dengan tema “Mendorong daya Saing Melalui Peningkatan Inovasi Teknologi”

 

Workshop diselenggarakan pada:

Hari:       Selasa

Tanggal:  29 November 2016

Tempat:  Komisi Utama Gedung II BPPT lantai 3

              Jl. MH. Thamrin 8 Jakarta Pusat

 

Workshop dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari 11 Kementerian, 6 Lembaga Pemerintah seperti Kemen-Ristekdikti,  Kemen-Dagri, KemenPPN/BAPPENAS, Kemen-PANRB, LAN. Juga dihadiri Badan Litbangyasa Provinsi, Badan Litbangyasa Kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Juga Good Practice dari Kabupaten Pelalawan.

 

Workshop dibuka oleh Kepala BPPT Dr.Ir. Unggul Priyanto,M.Sc.

 

Dengan Narasumber-Narasumber di Bidang Sistem Inovasi Daerah :

 

1. Ir. Atang Sulaeman, M.Si (Direktur PTID BPPT)

Topik :Pengembangan dan pendampingan penguatan Sistem Inovasi Daerah dalam mengakselerasi inovasi teknologi untuk peningkatan Bisnis Inovatif di Daerah

 

2. Dr.Ir. Ophirtus Sumule, DEA (Direktur Sistem Inovasi Kemenristek Dikti)

Topik :Konsep Indeks Daya Saing 

 

3. Dodi Riyadmaji (Plt. Kepala Balitbang Kemendagri)

Topik :Sistem Inovasi Daerah dalam RPP tentang Inovasi Daerah

 

4. Zulkieflimansyah, SE, MSC, Phd (Anggota Komisi 7 DPR RI)

Topik :Sistem Inovasi Daerah dalam RPP tentang Inovasi Daerah

 

5. Yanuar Nugroho, PhD (Deputi II KSP)

Topik :Strategi Nasional ‘menanam’ Inovasi di Daerah

 

6. Dr. Ir. Tatang A Taufik, MSc (BPPT)

Topik :Lesson Learned Penguatan Sistem Inovasi Daerah

 

7. Ir. Syahrul Syarif (Kepala Bappeda Palalawan)

Topik :Praktik Baik Penguatan Sistem Inovasi Kabupaten Palalawan

 

MODERATOR  oleh Dr. Idwan Soehardi ()

 

Tujuan Penyelanggaraan Workshop adalah :

  1. Memperkuat komunikasi, koordinasi dan jaringan kemitraan pusat-daerah, daerah-daerah dan antara beragam pihak melalui perbaikan kebijakan, program/kegiatan dan dengan berbagi gagasan dan kesepakatan/konsensus; 
  2. Terbangunnya sebuah program/kegiatan bersama penguatan sistem inovasi di daerah yang dilaksanakan bersama oleh banyak stakeholders pusat, baik kementerian maupun lembaga non pemerintah, serta melibatkan pihak non pemerintah (kalangan badan usaha) serta membangun sebuah forum komunikasi pembangunan inovasi daerah; 
  3. Merumuskan langkah tindak lanjut kolaboratif yang konkret para pihak khususnya dalam mendorong peningkatan inovasi bidang teknologi bagi tumbuh kembangnya bisnis-bisnis inovatif di daerah di Indonesia. 
  4. Memperoleh masukan terhadap konsep Indeks Daya Saing sebagai alat ukur peningkatan daya saing di daerah. 

 

Klik disini untuk mengunduh Bahan Presentasi

 

 

Daerah inovatif adalah daerah yang pemerintah dan masyarakatnya memiliki kemampuan dan prestasi kreativitas-keinovasian yang tinggi atau meningkat sangat pesat. Demikian disampaikan Deputi Kepala BPPT Bidang PKT, Tatang A. Taufik dalam paparannya “Inovasi menuju Emas” ketika memberi kata sambutan dalam acara Rapat Paripurna Penguatan Sistem Inovasi Daerah Kabupaten Pelalawan Tahun 2016.

Acara yang diadakan pada Kamis, 2 Juni 2016 di Kantor Bappeda Kabupaten Pelalawan, Riau, merupakan rangkaian acara yang terdiri dari kick-off meeting Technopark Tahun 2016, evaluasi roadmap penguatan SIDa tahun 2013-2016 dan penyusunan program roadmap SIDa tahun 2017-2021. Acara tersebut dihadiri oleh Deputi BPPT Bidang PKT, Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan dan Kepala Bappeda dan perwakilan dari Subdit Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri Kementerian Perindustrian. 

Industri memiliki peran penting dalam technopark. Industri memerlukan think tank, yaitu suatu lembaga untuk berinovasi. Diharapkan adanya pengembangan yang tersebar di seluruh daerah wilayah Indonesia, terutama di luar Jawa, dapat mengundang investasi yang tersebar ke wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa, tidak hanya di daerah Jawa. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Penyediaan Infrastruktur plIndustri  Subdit Pengembangan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri Kementerian Perindustrian dalam paparannya.

Diharapkan hasil dari rapat paripurna ini akan menjadi acuan pelaksanaan berbagai program penguatan sistem inovasi di Pelalawan ke depan dan akan menghasilkan rencana kerja yang konkrit bagi pembangunan di Pelalawan, khususnya di tahun 2016 ini. Hal ini disampaikan oleh Bupati Pelalawan Harris dalam kata sambutannya yang disampaikan melalui Sekretaris Daerah Tengku Mukhlis.

Rapat Paripurna tersebut dimulai dengan penyerahan dokumen-dokumen dari BPPT kepada Bappeda Kabupaten Pelalawan, yaitu  Dokumen Masterplan Kawasan Techno Park Kabupaten Pelalawan, Dokumen Peraturan Zonasi (Investment Guidelines) Kawasan Techno Park Kabupaten Pelalawan, animasi Kawasan Teknopolitan Kabupaten Pelalawan, beserta laporan-laporan terkait dengan Teknopolitan Pelalawan.(hk)

Puspiptek, Gerbang Indah Nusantara – Ruang Rapat Utama Kepala BPPT tampak padat dipenuhi oleh personil PSTAT yang tengah mengikuti sharing knowledge terkait strategi teknologi pada hari Selasa (16/02/2016). Kegiatan yang diadakan oleh PSTAT tersebut dimaksudkan guna meningkatkan kapasitas personel PSTAT dalam mengemban tugas “baru”, yaitu melakukan penerapan dan pengembangan strategi teknologi. 

Deputi Kepala BPPT Bidang PKT, Tatang A. Taufik, yang juga hadir membuka acara memaparkan keterkaitan antara strategi teknologi dengan valuasi teknologi. Dalam paparannya, Tatang menegaskan bahwa hingga saat ini BPPT masih belum memiliki unit yang mampu mengukur nilai dari suatu teknologi. Oleh karena itu, PSTAT diharapkan dapat mengembangkan tatacara, metode ataupun prosedur untuk mengukur nilai dari teknologi yang dihasilkan oleh BPPT.     

Dalam acara sharing knowledege ini, PSTAT menghadirkan Jann Hidajat Tjakraatmadja, seorang profesor yang menjabat sebagai direktur di Centre of Knowledge for Business Competitiveness, Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB serta sebagai Presiden pada Knowledge Management Society Indonesia. Dalam paparannya, Jann menyampaikan pentingnya strategi teknologi dalam membangun daya saing. Jann menganalogikan pemaparannya terebut dengan kemampuan produsen piranti elektronik asal Korea “Samsung” dalam melakukan take over segmen pasar teknologi piranti elektronik dunia yang sebelumnya didominasi perusahaan-perusahaan asal Jepang seperti “Toshiba”, “Sony”, dan sebagainya. Jann juga menyatakan guna menghasilkan suatu rekomendasi kebijakan strategi teknologi, perlu didahului analisis yang matang melalui proses technology intelligence dan memahami status, kapabilitas serta konten suatu teknologi.

Direktur PSTAT sekaligus penggagas kegiatan, Arwanto, berharap kegiatan sharing knowledge ini dapat menjadi proses difusi tacit knowledge sehingga pengetahuan terkait strategi teknologi tidak hanya dimiliki oleh segelintir personel PSTAT, namun juga dapat disosialisasikan secara merata di lingkungan pusat tersebut. (aap/hk)

KEPEKAAN, penting ada dalam tim pelaksana Techno Park Kab. Bantaeng. Dibutuhkan pelaksana yang benar-benar paham akan kebutuhan daerah sesungguhnya, seperti apa bentuknya yang disebut Techno Park Kab. Bantaeng. Demikian butir yang diangkat dalam kata sambutan Bupati Kab. Bantaeng yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kab. Bantaeng H. Muhammad Yasin.
 
Dalam pengembangan techno park ini dibutuhkan kelembagaan yang pas, infrastruktur khusus, dan aktifnya media sosial dalam memobilisasi pengembangannya. Dari hasil pertemuan monev semester-II ini diharapkan diperolehnya harmonisasi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah.


Techno Park Pusat Benih Kabupaten Bantaeng telah diluncurkan kegiatannya pada 5 Maret 2015, dengan lokasi tersebar secara total seluas 41 ha (1 ha sebagai “hub”, kantor pengelola). Pada tahun anggaran 2015 pihak BPPT dan Pemkab Bantaeng telah bersepakat untuk memulainya dengan lima komoditas, yakni rumput laut, talas, ikan nila, jagung, dan padi. Kegiatan 100 Techno Park yang telah diluncurkan secara nasional oleh Presiden RI; untuk wilayah Kab. Bantaeng dengan komando Bupati Kab. Bantaeng bersama Bappeda Kab. Bantaeng secara langsung melibatkan Dinas Perikanan dan Kelautan; Dinas Pertanian dan Peternakan; Dinas Kehutanan dan Perkebunan; Dinas Perindag dan Pertambangan; Dinas Koperasi dan UKM; dan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan.
 
Dalam Galeri Foto Monev Semester II Techno Park Kab. Bantaeng, dapat diikuti acara monev dan sebagian hasil kegiatan 2015. Tampak pada Sesi Pembukaan, Wakil Bupati Kab. Bantaeng H. Muhammad Yasin membacakan sambutan resmi Bupati Kab. Bantaeng yang dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis produk kemasan hasil produksi empat UKM. Selanjutnya tampak Sesi Paparan dan Diskusi dan diakhiri dengan Sesi Kunjungan ke lokasi unit teknis, yakni Pabrik Pupuk SRF (Slow Release Fertilizer) - biasa disebut dengan nama “pupuk berimbang”, yang telah terbukti menyederhanakan proses kegiatan pemberian pupuk menjadi “3-in-1” dengan hasil talas yang berkualitas unggul -, selanjutnya ke Balai Benih Ikan Rappoa, lokasi Produk Olahan Ikan, dan kunjungan diakhiri di kebun talas - BP3K Eremerasa. □ (LH/PPKDT)

 

Link Foto Galeri Klik disini : Link Galeri

BPPT Kenalkan Sertifikasi Digital "iOTentik"

Published in Berita

iOTentik adalah penyelanggara sertifikasi digital berfungsi sebagai pihak ketiga yang berwenang menerbitkan, menvalidasi dan mengelola sertifikat digital untuk transaksi sistem elektronik di lingkungan intansi pemerintahan. Demikian inti sambutan yang disampaikan Deputi Kepala Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material (TIEM) BPPT, Hammam Riza.

"Sertifikasi digital ini menjamin keamanan berupa kerahasiaan,  otentitas, keutuhan data dan nir-sangkal penggunaaan sertifikasi digital. IOTentik didukung oleh Registration Authority (RA) dalam menerima permohonan penerbitan sertifikasi digital oleh pemohon," lanjutnya kepada wartawan di kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (15/12/2015).

Penerapan iOtentik ini sejalan dengan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (ITE),” terangnya.

Dengan adanya iOtentik ini akan meningkatkan kepercayaan dalam pemanfaatan TIK.

Secara teknis Koordinator IOtentik Balai Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEKnet),  Wawan menjelaskan untuk kasus di BPPT   implementasi sertifikat digital digunakan untuk menambah fungsi keamanan selain username dan password pada halaman login aplikasi. Sertifikat digital melakukan penandatanganan digital pada semua dokumen elektronik misalnya dokumen E-PUPNS, Undangan Rapat, Disposisi. Sistem ini selanjutnya dapat diintegrasikan dengan ID Card BPPT sehingga fungsinya bisa menjadi E-ID.   Diimplementasikan pada sistem BPPT Single Window. Pemasangan QR Code pada dokumen elektronik (ai)


FGD Indikasi Program Pengembangan Technopark Bantaeng

Published in Berita

(Gerbang Indah Nusantara-Jakarta). Pada hari Rabu, tanggal 4 November 2015 di Ruang Komisi 3 Gedung II BPPT Thamrin telah dilaksanakan Focus Group Disscussion (FGD) Indikasi Program Pengembangan Technopark Bantaeng. Acara tersebut selain dihadiri oleh Tim BPPT dan para Group Leader dari setiap WBS yang terlibat dalam pengembangan Technopark Bantaeng, juga dihadiri oleh seluruh stakeholder terkait yaitu Bappeda Kabupaten Bantaeng beserta jajaran SKPD, Balai Penelitian Tanaman Serelia Maros, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantaeng, Ketua Tim Koordinasi Pengembangan Technopark Bantaeng, dan Guru Besar FIKP Universitas Hasanuddin (UNHAS). Acara dibuka oleh Susalit S. Wibowo, selaku Kepala Program Technopark Bantaeng 2016 dan sambutan oleh Prof. Syamsu Alam, selaku Ketua Tim Koordinasi Pengembangan Technopark Bantaeng. 

Ketua Tim Koordinasi Pengembangan Technopark Bantaeng dalam sambutannya mengharapkan setelah acara FGD ini kegiatan-kegiatan yang direncanakan terkait program pengembangan Technopark Bantaeng bisa secepatnya dilaksanakan di tahun 2016. Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan paparan Masterplan Technopark Benih Kabupaten Bantaeng oleh Direktur PPKDT – BPPT, Iwan Sudrajat. Dalam paparannya, Iwan Sudrajat mengemukakan bahwa saat ini Science Technopark (STP) menjadi salah satu sorotan KSP karena tidak jelasnya definisi STP itu sendiri. STP tidak hanya ada kegiatan riset tetapi ada kegiatan masyarakat dan juga sistem inovasi. Sementara itu. tujuan pembangunan STP adalah kolaborasi antara komunitas akademisi, bisnis, masyarakat, dan pemerintah (ABC+G).

Acara ini kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Matriks Indikasi Program Pengembangan Technopark Bantaeng yang dipimpin oleh Direktur PPKDT – BPPT, Iwan Sudrajat. Matriks ini dibahas poin per poin dan didiskusikan dengan para peserta FGD yang hadir. Selain itu dalam pembahasan kali ini juga telah ditetapkan Person in Charge (PIC) atau Koordinator untuk Difusi Paket Teknologi yang terdiri dari tim BPPT dan Daerah (Bantaeng, Maros, Takalar, dan UNHAS). (Mutia)

Gerbang Indah Nusantara - Bantaeng. Balai Kartini Kabupaten Bantaeng menjadi saksi kemeriahan acara pencanangan dan pelaksanaan monev Technopark Kabupaten Bantaeng yang dilaksanakan  pada hari Jumat (18/09/2015). Kedatangan rombongan Wakil Bupati Bantaeng, H.M. Yasin dan Kepala BPPT, Unggul Priyanto sontak disambut oleh tarian adat khas daerah yang akrab dengan julukan "Butta Toa" tersebut. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" rangkaian acara dilanjutkan dengan Laporan Deputi Kepala BPPT Bidang PKT serta sambutan dari Wakil Bupati Bantaeng dan Kepala BPPT. Dalam sambutannya, H.M. Yasin menyatakan bahwa program Technopark Benih Bantaeng ini sangat membantu pencapaian visi Kabupaten Bantaeng untuk bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di bagian selatan provinsi Sulawesi Selatan di tahun 2018 dengan tiga pilar pengembangan sebagai Pusat Benih, Kota Jasa, dan Pusat Pengembangan Industri. Adapun dalam sambutannya, Unggul Priyanto berharap peran BPPT dalam pengembangan technopark benih bisa turut meningkatkan daya saing Kabupaten Bantaeng serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selepas sambutan Kepala BPPT yang juga menandai dibukanya rangkaian acara, agenda dilanjutkan dengan pelantikan tim Pusat Inovasi Technopark Kabupaten Bantaeng yang diketuai oleh Kepala Dinas UMKM Kabupaten Bantaeng. Selanjutnya, dilakukan penyerahan simbolis bibit talas hasil perbanyakan ex-vitro dan bibit ikan nila monosex jantan kepada kelompok tani terpilih. Acara pun dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Balai benih Ikan (BBI) Rappoa dan sentra pembibitan talas di Eremerasa.   

Selepas rehat, rangkaian acara dilanjutkan dengan kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan pengembangan Technopark Kabupaten Bantaeng. Acara diawali dengan paparan progres kegiatan yang dilakukan oleh Direktur Pusat Audit Teknologi sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Arwanto. Acara pun dilanjutkan  dengan sesi diskusi antara tim pelaksana pengembangan Technopark Kabupaten bantaeng dengan tim evaluatoryang terdiri dari Deputi Kepala BPPT Bidang PKT, Biro Perencanaan BPPT, Biro Keuangan BPPT, Bappenas, dan Pemda Bantaeng. Adapun jalannya diskusi yang dimoderatori oleh Inspektur BPPT, Wawas Swathatafrijiah , banyak membahas terkait persoalan penyerapan anggaran, capaian kegiatan, kesiapan SDM terkait pembangunan Technopark, serta peran Pusat Inovasi.

 

Gerbang Indah Nusantara - Bantaeng. Sejak hari kamis (17/8/2015) pagi, Gedung Balai Kartini Kabupaten Bantaeng sudah tampak dipenuhi oleh riuh ramai jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten Bantaeng serta tim BPPT yang hendak mengikuti acara "Sinkronisasi Program Tahun 2016 Kegiatan Pengembangan Technopark Bantaeng" yang terselenggara berkat kerjasama antara BPPT dengan Pemda Bantaeng. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Pengembangan Technopark Bantaeng pada semester I yang berlangsung pada tanggal 17 - 18 September 2015 di Kabupaten Bantaeng. Acara dibuka oleh sambutan Asisten Bidang Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng. Dalam sambutan, disampaikan bahwa pihak Pemda Bantaeng sangat menyambut baik dukungan BPPT dalam membantu mengembangkan sektor Perbenihan di Bantaeng melalui program Tecnopark Pertanian Bantaeng. Beliau juga menyampaikan kesiapan Pemda, masyarakat, serta elemen pengusaha untuk mendukung sektor perbenihan di Kabupaten Bantaeng.

Selepas sambutan, rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan rencana kegiatan di tahun 2016 oleh Kepala Program Technopark Bantaeng, Susalit S. Wibowo,  serta para Group Leader dari setiap WBS yang terlibat dalam pengembangan Technopark Bantaeng. Dalam paparannya, Susalit menjelaskan bahwa Pengembangan Technopark pada tahun 2016 akan memeasuki fase kedua, yakni berupa pembangunan infrastruktur Technopark, detail engineering design (DED) tahap kedua, pembentukan unit pengujian dan sertifikasi benih, meningkatkan Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), serta peningkatan kemampuan SDM perbenihan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu oleh Direktur Pusat Audit Teknologi, Arwanto.

Acara sinkronisasi ini juga dihadiri oleh Guru Besar FISIP Universitas Hasanuddin, Prof. Armin Arsyad. Dalam acara tersebut, Armin menuturkan pentingnya peranan perguruan tinggi dalam membantu pengembangan Technopark Bantaeng. Keberadaan Universitas Hasanuddin sebagai entitas akademisi diproyeksikan mempu menjadi penyedia SDM yang dibutuhkan bagi pengembangan Technopark benih Bantaeng. Diharapkan acara Sinkronisasi Program ini dapat menyatukan visi tim BPPT, Pemda Bantaeng, serta entitas-entitas lain yang terlibat dalam pengembangan Technopark benih Bantaeng.

 

Jakarta – Pada tanggal 22 September 2015, Bidang Manajemen Difusi Teknologi dari Pusat Pengkajian Kebijakan Difusi Teknologi, BPPT mengadakan Seminar dengan judul “Pemanfaatan Pengetahuan dan Tools Kebijakan Inovasi untuk penerapan Manajemen Pengetahuan di Instansi Pemerintah dan UMKM”. Seminar ini dilaksanakan di Gedung BPPT 2, jalan M.H.Thamrin jakarta. Acara seminar ini dibuka oleh Direktur PPKDT, Iwan Sudrajat, dimana dalam kesempatan ini dikatakan bahwa PPKDT telah mengadakan pengukuran implementasi manajemen pengetahuan dan sekarang yang utama adalah bagaimana menindaklanjuti hasil pengukuran tersebut. Diharapkan dari dua narasumber seminar ini didapat masukan-masukan untuk menindaklanjut hasil pengukuran tersebut. Seminar ini di Moderatori oleh Puguh Suharso.


Untuk narasumber pertama pada seminar ini adalah Alvin Soleh dari KMPlus tentang Penerapan Manajemen Pengetahuan di industri kecil dan menengah. Tip-tip dari Alvin Soleh untuk UMKM diantaranya tip 1. Merubah cara berpikir (Pengetahuan adalah Aset Utama, Pengelola asset adalah Kolaborasi Team, Teknologi utama Adalah teknologi kolaborasi, Produk utama adalah intelektual properti, service, Sumber daya utama adalah Ide, kreativitas dan inovasi.) Tip 2.Membangun cara berpikir Entrepreneur yang cerdas (punya tujuan dan rencana kerja yang jelas, Semangat dalam beraktivitas, Ciptakan Nilai tambah, Bangun jaringan). Tip 3.Ciptakan Nilai tambah melalui inovasi yang berkelanjutan.(Ciptakan manfaat baru dari produk yang sudah ada, Manfaatkan jaringan Kolaborasi, Lakukan dengan proses yang benar).

Narasumber kedua adalah Moh.Haitan Rachman dari KMSI. Dalam paparannya menerangkan tentang tahapan implementasi manajemen pengetahuan, penerapan manajemen pengetahuan di instansi pemerintah seperti di direktorat TRP BAPPENAS.(YID)

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung akan membentuk Tim Techno Park Kota Cimahi yang selanjutnya akan bersinergi dengan sekretariat Manajemen Kawasan Techno Park Cimahi. Program pendampingan pengembangan Techno Park di Kota Cimahi merupakan upaya percepatan pengembangan potensi lokal yang ada. Program difokuskan kepada pengembangan industri pangan olahan (makanan-minuman) dan industri film animasi. 

Peran awal yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Cimahi dalam program ini adalah mengalokasikan lahan kawasan techno park. Lahan techno park telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Cimahi dengan luas areal ± 1 (satu) hektar, berlokasi di Lapangan Krida, Kecamatan Cimahi Selatan. Sasaran utama pengembangan Techno Park Kota Cimahi untuk meningkatkan daya saing daerah melalui peningkatan produktivitas industri daerah berbasis potensi lokal. 

BBPOM bertugas dalam produk olahan yang sudah dikemas dan dilabel. (Di lain pihak, Kementerian Pertanian berwenang dalam hal bahan baku). POM lebih melihat keamanan makanan dan minuman untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas. Kegiatan BBPOM berkaitan dengan capacity building industri makanan dan minuman, yakni akselerasi/pendampingan dalam penyuluhan, konsultasi dan pameran. Dalam capacity building, BBPOM bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk pendidikan bagi para narasumber sesuai dengan penugasannya. Di beberapa wilayah sekitar Bandung dikenal sebagai penghasil susu. Dalam hal ini diperlukan narasumber yang pas untuk berbicara mengenai produk yang menggunakan susu sebagai bahan bakunya, a.l. yoghurt, yang merupakan produk yang cepat basi sehingga pabrik harus terstandard, bersertifikat. Untuk penyuluhan bagi pengolah, BBPOM bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, telah memiliki sistem penilaiannya yakni minimal nilai 60 untuk pengolah, yang kemudian dapat memperoleh sertifikat. (SPP-IRT: Sertifikat Produksi Pangan-Industri Rumah Tangga). Para pengusaha atau calon pengusaha makanan minuman akan disertifikasi produknya dengan memberikan bimbingan, sosialisasi, serta pendampingan lain agar produk yang dihasilkan aman, bermutu dan berdaya saing. (LH/PPKDT)

Page 1 of 11
392530
Hari iniHari ini55
KemarinKemarin281
Minggu iniMinggu ini863
Bulan iniBulan ini3203
Seluruh hariSeluruh hari392530
Statistik created: 2017-11-24T20:29:15+00:00